1. Kisah Peter Kelinci

    Kisah Peter Kelinci

  2. Nyonya Kelinci tinggal bersama keempat anaknya yang masih kecil di bawah akar sebuah pohon cemara besar.

    Mrs. Rabbit lived with her four young children under the roots of a large fir tree.

  3. Ketiga anak betinanya bernama Flopsy, Mopsy, dan Cottontail, sedangkan yang bungsu bernama Peter.

    Her three daughters were named Flopsy, Mopsy, and Cottontail, while the youngest was named Peter.

  4. Pada suatu pagi, Nyonya Kelinci berkata kepada anak-anaknya,

    One morning, Mrs. Rabbit said to her children,

  5. "Kalian boleh bermain di ladang dan menyusuri jalan setapak hari ini, tetapi jangan sekali-kali masuk ke kebun Tuan McGregor! Ayah kalian mengalami kecelakaan di sana, lalu Nyonya McGregor menjadikannya isi pai."

    "You may go into the fields or down the lane today, but don't go into Mr. McGregor's garden! Your Father had an accident there; he was put in a pie by Mrs. McGregor."

  6. Flopsy, Mopsy, dan Cottontail adalah anak-anak kelinci yang baik.

    Flopsy, Mopsy, and Cottontail were good little bunnies.

  7. Mereka pergi melintasi padang semak dan memetik buah beri hitam.

    They went down the lane to gather blackberries.

  8. Namun Peter berlari lurus menuju kebun Tuan McGregor dan menyelinap masuk melalui celah di bawah gerbang.

    But Peter ran straight away to Mr. McGregor's garden, and squeezed under the gate.

  9. Di dalam kebun itu ada begitu banyak hal yang mengagumkan!

    Inside the garden, there were so many wonderful things!

  10. Peter mula-mula memakan selada, lalu lobak, kemudian peterseli, dan setelah itu makan lobak lagi.

    First, Peter ate some lettuce, then some radishes, then some parsley, and after that he ate some more radishes.

  11. Ia terus makan sampai perutnya terasa sakit.

    He kept eating until his stomach began to feel sick.

  12. Kemudian ia mencari sedikit peterseli, berharap itu dapat membuat perutnya membaik.

    Then he went to look for some parsley, hoping it would make his stomach feel better.

  13. Tetapi tiba-tiba, dari balik sudut, muncul Tuan McGregor yang sedang merangkak dengan kedua tangan dan lututnya karena baru saja menanam bibit tanaman.

    But suddenly, around a corner, Mr. McGregor appeared, on his hands and knees because he had just been planting young cabbages.

  14. Ia segera berdiri dan berteriak,

    He jumped up and shouted,

  15. "Berhenti, pencuri!"

    "Stop, thief!"

  16. Peter sangat ketakutan dan berlari sekencang-kencangnya.

    Peter was most dreadfully frightened and ran as fast as he could.

  17. Satu sepatunya tertinggal di antara tanaman kubis, dan sepatu yang lain hilang di antara tanaman kentang.

    One of his shoes was left behind among the cabbages, and the other shoe was lost among the potatoes.

  18. Karena kini hanya berlari dengan dua kaki, Peter justru melaju lebih cepat dan hampir berhasil meloloskan diri.

    Because he was now running on only two legs, Peter actually went faster and almost managed to escape.

  19. Namun kemudian kancing jaketnya tersangkut pada sebuah jaring besar untuk semak gooseberry.

    But then the buttons on his jacket got caught on a large net for gooseberry bushes.

  20. Tuan McGregor semakin dekat.

    Mr. McGregor was getting closer.

  21. Seluruh tubuh Peter gemetar.

    Peter's whole body trembled.

  22. Dengan sekuat tenaga ia melepaskan diri, meninggalkan jaketnya di belakang.

    With all his might he broke free, leaving his jacket behind.

  23. Dalam kepanikan, Peter berlari ke gudang dan melompat masuk ke dalam gembor yang penuh air.

    In a panic, Peter ran into the shed and hopped into a watering can full of water.

  24. Itu ternyata bukan tempat persembunyian yang baik, karena Tuan McGregor segera menemukannya.

    It turned out not to be a good hiding place, because Mr. McGregor soon found him.

  25. Peter melompat keluar dan berlari menuju jendela, tetapi jendela itu terlalu sempit.

    Peter jumped out and ran toward the window, but the window was too narrow.

  26. Ia berlari melintasi petak-petak bunga hingga benar-benar kehilangan arah.

    He ran across the flower beds until he completely lost his way.

  27. Seekor tikus tua yang baik hati melihat Peter menangis, tetapi ia tidak dapat menolongnya karena sedang membawa sebutir kacang yang besarnya hanya sebesar kacang polong.

    A kind old mouse saw Peter crying, but she could not help him because she was carrying a pea that was only as big as a pea.

  28. Akhirnya Peter menemukan sebuah pintu kecil pada pagar kebun dan menyelinap keluar.

    Finally, Peter found a small door in the garden wall and slipped out.

  29. Ia berlari tanpa berhenti sampai tiba di rumah, dan nyaris tidak berhasil menyelamatkan diri.

    He ran without stopping until he arrived home, and barely managed to escape.

  30. Saat itu Nyonya Kelinci sedang menyeduh teh chamomile ketika Peter pulang dengan tubuh lelah dan sempoyongan.

    Mrs. Rabbit was brewing chamomile tea when Peter returned home, exhausted and staggering.

  31. Peter segera berbaring di tempat tidurnya dan menarik selimut menutupi tubuhnya.

    Peter immediately lay down on his bed and pulled the blanket over his body.

  32. Nyonya Kelinci menggelengkan kepala dengan cemas: jaket hilang, sepatu pun hilang—lagi!

    Mrs. Rabbit shook her head anxiously: jacket gone, shoes gone too—again!

  33. Ia menyeduhkan secangkir teh chamomile dan membawanya ke tempat tidur Peter.

    She brewed a cup of chamomile tea and brought it to Peter's bed.

  34. "Nah, Peter, minumlah ini. Teh ini akan membuatmu merasa lebih baik."

    "Now, Peter, drink this. This tea will make you feel better."

  35. Sementara itu, Flopsy, Mopsy, dan Cottontail menikmati malam yang menyenangkan.

    Meanwhile, Flopsy, Mopsy, and Cottontail enjoyed a pleasant evening.

  36. Untuk makan malam, mereka menyantap roti dengan susu serta buah beri hitam yang segar.

    For dinner, they ate bread with milk and fresh blackberries.

  37. Sedangkan Peter hanya mendapat secangkir teh—dan ia bersyukur karena masih selamat hidup.

    Meanwhile, Peter only got a cup of tea—and he was grateful to still be alive.